Jumat, 14 Maret 2014

Tugas1 Algoritma dan Pemograman II


Nim    : -
Nama : Iswanto Dali
Kelas  : 2misi-02
Subyek: Tugas1





PENGENALAN C++
Bahasa C++ diciptakan oleh "Bjarne Strourup" di AT&T Bell Laboratories pada awal tahun 1980. Bahasa C++ ini sendiri merupakan pengembangan dari bahas C yang ditulis oleh "Brian W.Kernighan dan Denies M.Ritchie" pada tahun 1972. Sedangkan bahasa C merupakan pengembangan juga dari bahasa B yang ditulis oleh "Ken Thompson pada tahun 1970".

Pada era sebelum munculnya bahasa C++, bahasa C sudah banyak digunakan dan cukup terkenal ketika itu, karena sudah memiliki kemampuan yang mumpuni untuk membuat berbagai perangkat lunak seperti dBASE, Word Star, dan lain-lain. Berdasarkan hal itu, Bjarne Strourup kemudian mengembangkan beberapa hal dari C yang dinamakannya C with Classes, yang kemudian berubah nama menjadi C++ pada tahun 1983. Hal yang ditambahkan di bahasa C++ dan tidak terdapat di C adalah adanya OOP (Object Oriented Programming), sehingga lebih memungkinkan bisa membuat dan mengelola program yang besar dan kompleks. Dengan demikian bahasa C++ ini sudah termasuk ke dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (high programming  language ).
Bahasa pemrograman C++ dapat diketikkan dan di-compile(diajalankan) di beberapa compiler. Saat munculnya C++, perusahaan BORLAND Internasional kemudian merilis compiler Borland C++ dan Turbo C++. Selain itu beberapa perusahaan lain juga megeluarkan compiler C++ seperti Topspeed C++ dan Zortech C++.
VARIABEL
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Untuk memperoleh nilai dari suatu variable digunakan pernyataan penugasan (assignment statement), yang mempunyai sintaks sebagai berikut :
variable = ekspresi ;
Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut
1.      Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C ++ bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda.
2.      Tidak boleh mengandung spasi.
3.      Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb.
4.      Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.
Contoh penamaan variable yang salah : %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb
DEKLARASI
Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.
·      DEKLARASI VARIABEL
Bentuk umum:
Nama_tipe nama_variabel ;
Contoh :
·          
    • int x; // Deklarasi x bertipe integer
    • char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char
    • float nilai; // Deklarasi variable bertipe float
    • double beta; // Deklarasi variable bertipe double
    • int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer
Contoh program:
# include <iostream.h>
void main ()
{
int n;
n=66;      // sama juga jika ditulis int n=66;
cout << n << endl;   // n sebagai variabel
cout << ’n’ << endl  // endl sebagai karakter
cin.get();
}
Output Program :
66
n
·      DEKLARASI KONSTANTA
  1. Menggunakan keyword const
Contoh : const float PI = 3.14152965;
Berbeda dengan variable, konstanta bernama tidak dapat diubah jika telah diinisialisasi
2.  Menggunakan #define
Contoh : #define PI 3.14152965
Keuntungan menggunakan #define apabila dibandingkan dengan const adalah kecepatan kompilasi, karena sebelum kompilasi dilaksanakan, kompiler pertama kali mencari symbol #define (oleh sebab itu mengapa # dikatakan prepocessor directive) dan mengganti semua Phi dengan nilai 3.14152965.
Contoh :
# include <iostream.h>
void main ()
{
const float phi = 3.14;
float jari_jari, luas, keliling;
jari_jari = 7.0;
luas = 0.5*phi*jari+jari*jari_jari;
keliling = 2*phi*jari_jari;
cout << ”Luas lingkaran = ” << luas << endl;
cout << ”Keliling lingkaran = ” << keliling << endl;
cin.get();
}
Operator Logika Pada C++
Jika sebelumnya kita pernah membahas mengenai tipe data bool yang terdiri dari true dan false kali ini kita akan membahas mengenai operator logis mungkin disini saya tidak perlu menjelaskan apa berbelit  belit apa itu operator logis karena saya yakin anda semua pasti mengetahui ini. Operator logis itu sendiri terdiri dari :
1.       And > P && Q
2.       Or    > P || Q
3.       Not  > !P
Contoh program yang saya akan buat kali ini pun masih mengandalkan tipe data bool kenapa karena tipe bool hanya mengijinkan angka 1 dan 0 atau true dan false. Silakan copy paste atau edit terserah anda source code program berikut yang saya tulis di devc++.
1.       Not
#include <cstdlib>
#include <iostream>
using namespace std;
int main(int argc, char *argv[])
{
bool bP = true;
cout << “P = ” << bP << “   Not P = ” << !bP << endl;
bP = false;
cout << “P = ” << bP << “   Not P = ” << !bP << endl;
system(“PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}
Hasilnya adalah sebagai berikut :
2.       Or
#include <cstdlib>
#include <iostream>
using namespace std;
int main(int argc, char *argv[])
{
bool bP = true;
bool bQ = true;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP || bQ) << endl;
bQ = false;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP || bQ) << endl;
bP = false;
bQ = true;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP || bQ) << endl;
bQ = false;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP || bQ) << endl;
system(“PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}

Hasilnya adalah sebagai berikut:

3.       And
#include <cstdlib>
#include <iostream> 
using namespace std; 
int main(int argc, char *argv[])
{
bool bP = true;
bool bQ = true;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP && bQ) << endl;
bQ = false;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP && bQ) << endl;
bP = false;
bQ = true;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP && bQ) << endl;
bQ = false;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP && bQ) << endl;
system(“PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}

0 komentar:

Posting Komentar

Isikan Komentar Anda Disini